Education
BISNIS PLANE
Ayam Kampung (Ayam Potong, Telor dan
DOC)
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Desa Tigaherang
Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis 46251
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tlp. 085220633114, 08977716566
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Disusun Oleh:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
H A
S A N
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
FAKULTAS TEKNIK
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
UNIVERSITAS GALUH
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
CIAMIS
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2014
PENGANTAR
Project
proposal tentang pengembangan usaha peternakan ayam kampung, yang akan dilaksanakan di Desa Tigaherang
Kecamatan Rajadesa di Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat oleh CV. Poetra
Galoeh.
Total investasi
proyek yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 70.640.309,25 (Tujuh Puluh Juta
enam ratus empat uluh ribu tigaratus sembilan koma dua lima Rupiah), dimohonkan kepada penyandang dana
atau Bank untuk mendapatkan pinjaman dana bagi terlaksananya proyek tersebut di
atas.
Uraian tentang
proyek secara terperinci kami cantumkan dalam project ini. Perihal lainnya yang
diperlukan yang tidak tercantum dalam project proposal ini bila diperlukan akan
disampaikan kemudian, baik dari bidang keuangan maupun bukan bidang keuangan.
Proyek pengembangan
peternakan ayam kampung ini telah dinilai layak dan memungkinkan untuk
dilaksanakan oleh CV. Poetra Galoeh, berdasarkan evaluasi dan analisis dalam
Project Proposal ini.
DAFTAR ISI
Pengantar
Daftar Isi
I.
Latar Belakang Perusahaan
II.
Aspek Pemasaran
1.
Permintaan Pasar
2.
Pembeli dan Harga Jual
3.
Kualitas Produksi
III.
Aspek Produksi
IV.
Aspek Personalia
V.
Aspek Pelaksanaan Proyek
1.
Lokasi Proyek
2.
Jalan Masuk Lokasi Proyek
3.
Topografi
4.
Sumber Air
5.
Jadwal Pelaksanaan
VI.
Aspek Keuangan
§
Pinjaman Dana
§
Total Investasi
.1
Break Down Total Investasi
.2
Finansial time schedule
§
Analisis Keuangan
.1
Analisis Proffitabilitas
.2
Analisis Cash Flow Projection
.3
Analisis present Worth
.4
Analisis Payback Period
.5
Analisis Sensitifitas
§
Break Down Aspek Keuangan
VII.
Aspek Dampak Sosial dan Lingkungan
1.
Aspek Dampak Sosial
2.
Aspek Dampak Lingkungan
VIII.
Lampiran
BAB I
LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
1.
IDENTITAS PERUSAHAAN
1.1
Nama Perusahaan : CV.
Poetra Galoeh
1.2
Nama Pendek :
CV. Poegal
2.
BIDANG USAHA
Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan prodak ayam kampung,
dengan jenis barang Ayam Potong, Telor ayam, DOC.
3.
PERIJINAN PERUSAHAAN
3.1
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) :
3.2
Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) :
3.3
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) :
4.
ALAMAT PERUSAHAAN
5.
PENGELOLA PERUSAHAAN
5.1
Dewan Komisris
5.1.1
Komisaris Utama : Haris
5.1.2
Komisaris : Anang Sunandar
5.2
Dewan Direksi
5.2.1
Direktur Utama : Hasan
5.2.2
Wakil Direktur : Agus
R
BAB II
ASPEK PEMASARAN
2.1
AYAM KAMPUNG
Ayam kampung adalah sebutan di
Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal
komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk
kepentingan komersial tersebut.Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung
petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana
halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya. Nama ilmiah untuk ayam kampung
adalah Gallus domesticus. Aktifitas penternakan ayam kampung telah ada
sejak jaman dahulu.
2.1.1
PERMINTAAN PASAR
Agrobisnis seperti sumur yang
tak pernah kering. Ini bukan omong kosong.
ketika industri lain ambruk diterjang badai krisis moneter, sektor ini
terbukti tetap tegar.
Dibidang peternakan, misalnya,
usaha ayam ras(ayam pedaging) langsung terkapar ketika krisis berlangsung.
Maklum ayam jenis ini banyak menelan dollar, mulai dari bibit, bahan baku
pakan, obat-obatan hingga peralatan.
Lain cerita kalau yang
diternakan ayam kampung atau ayam buras(bukan ras) yang 100 % asli Indonesia.
Menurut data Ditjen Peternakan, tahun 1998 populasi ayam kampung mengalami
peningkatan sekitar 1 % dibanding tahun sebelumnya, jauh berbeda dengan ayam
ras yang anjlok sampai 70 %.
Produksi telur ayam ras (leghorn)
petelur misalnya bisa mencapai 300 butir setahun. Sementara ayam kampung yang
dipelihara secara khusus paling banter hanya 100 butir telur. Begitu juga
dengan ayam ras pedaging (broiler). Tubuhnya cepat bongsor, dalam 30
hari bisa mencapai 1 kg. Sementara ayam kampung membutuhkan 3 bulan untuk
mencapai bobot hidup yang sama . Hanya saja harga daging dan telur ayam kampung
lebih tinggi, itu kelebihannya.
Permintaan ayam kampung asli
dari tahun ke tahun semakin meningkat di hampir seluruh Indonesia. Diutarakan
Ketua Umum Himpuli (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia), permintaan ayam kampung terus meningkat setiap tahun,
terutama diretail modern(toko swalayan).“Saat ini permintaan ayam kampung nasional kira-kira mencapai 300
ribu ekor per bulan dengan harga jual dikisaran Rp 45.000 – 50.000 per ekor,” ujar Ketum Himpuli dalam Trobos Livestock.
Terus meningkatnya permintaan
tersebut ternyata belum diimbangi dengan suplai
ayam kampung yang memadai. Alhasil, menurut Ketum Himpuli , pihak retail
mendapat pasokan non ayam kampung yang dijual sebagai produk ayam kampung. Fakta ini mulai ditemui Himpuli
sejak 2009, di sejumlah supermarket sekitar Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok
Tanggerang Bekasi). “Padahal yang dijual itu adalah ayam pejantan, ayam arab, atau
ayam kampung persilangan,”
Lalu dari temuan
tersebut,cerita Ketum Himpuli ,Himpuli melayangkan surat kepada menteri
perdagangan dan menteri pertanian, menginformasikan bahwa sebagian ayam kampung yang ada di supermarket itu
bukanlah ayam kampung asli. “Himpuli mendapat dukungan dari dua kementerian
tersebut untuk mengatasi kebohongan publik dalam pemasaran ayam kampung di retail modern,” terangnya.
Atas dasar hal tersebutlah saya ingin
menghidupkan kembali usaha bisnis dalam bidang budidaya Ayam kampong, agar bisa
lebih berkualitas dan berdaya saing dengan usaha ayam-ayam lainnya.
2.1.2
PEMBELI DAN HARGA JUAL
Dalam
pemasaran ayam kampong ini banyak jalan yang bias kita lalui Koperasi Peternak
ayam kampong lokal, regional,
nasional bahkan bisa Internasional, yang penting kita harus bisa membuat sebuah
produk ayam kampong yang berkualitas dan mempunyai setandar kesehatan. Pembeli di bagi kedalam dua kategori
diantaranya:
a. Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai
akhir);
b. Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh pelaku usaha produksi lainnya
(Pedagang daging ayam, Rumah makan, industry berbahan telur dan daging, juga
peternak lainnya).
Dalam
usaha ayam kampong ini tidak hanya ayam yang siap potong aja yang dijadikan
aspek usahanya, akan tetapi bisa di kembangkan pula sebagai bisnis terpadu.
Yang artinya, selain Ayam kampong siap potong, juga anak ayam, dan telurnya. Nilai harga jual ayam
kampung lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, harga berkisar antara
19rb-23rb menurut riset pasar selama tahun 2010-2011 dan Rp 45.000 – 50.000 per ekor menurut Himpuli. Penentu harga ayam
kampung tetap mengikuti kaidah hukum ekonomi yaitu keadaan pasar, penawaran dan
permintaan.
Spesifikasi
harga jual rencana produksi ayam kampung:
2.1.3 KUALITAS PRODUKSI
Kualitas ayam kampong ini ada yang mengatakan ayam
kampung ekstensif dan intensifikasi, padahal dari hasil pengujian tidak ada
perbedaan. Akan tetapi, menurut Flora Chrisantie,
Ketua Departemen Kebijakan Publlik & Legal, Asosiasi Pengusaha Ritel
Indonesia (Aprindo) menjelaskan,
selama ini pengklasifikasian ayam
kampung di retail modern berdasarkan kualitas, berat, serta cara
pemeliharaan ayam kampung tersebut yaitu kampung biasa atau organik. “Untuk
standar kualitas pihak retail berdasarkan kualitas fisik dan hasil
laboratorium,” terangnya.
Ciri-ciri atau setandarisasi ayam kampung asli,
sebenarnya sudah pernah dibicarakan antara Himpuli dengan Direktorat Kesehatan
Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak
4 tahun lalu, dalam rangka membuat standarisasi
ayam kampung. Akan
tetapi pada saat ini belum ada SNI (Standar Nasional Indonesia)
untuk ayam kampung, yang bisa dijadikan acuan pihak retail
dan konsumen dalam hal spesifikasi dan parameter kategori ayam kampung yang
asli dan bermutu
2.1.4 ALUR DISTRIBUSI PEMASARAN
BAB III
ASPEK PRODUKSI
Produksi ayam kampong ini terdiri dari 3 (tiga) produk
yang akan dicapai. Yaitu, Ayam siap potong, telur ayam kampung dan DOC ayam
kampong. Dalam pelaksanaannya memang agak menyulitkan dan membingungkan, akan
tetapi apabila terpogram dan teratur akan bisa lebih maksimal lagi dalam
mencapai hasil. Di bawah ini dijelaskan dalam table mengenai rencana produksi;
3.1
FASILITAS SARANA DAN PRASARANA POKOK
3.1.1
Kandang Ayam
1.
Kandang ayam kampong siap
potong
Untuk kandang ini dibutuhkan 6x10 meter
atau seluas 60 meter2 untuk menampung sekitar 150 ekor ayam kampong
dewasa, yang mana bawahnya terbuat dari sekam yang dilapisi oleh kapur
2.
Kandang Ayam untuk ditelurkan.
kandang yang terpisah dengan sekat dari kandang ayam siap potong, dengan
luasan 64 m2 muat untuk
menampung sekitar 150 betina dan 10 jantan, alas
kandang kira-kira 40 cm dari tanah, agar tetap kering dan mudah membersihkan
kotoran. Kandang diarahkan ke timur, dan dinding depan dibuat dari bambu belah
dengan jarak kira-kira 3 cm, agar cahaya matahari pagi dapat masuk ke kandang.
Tempat bertelur, buatlah dari kotak yang alasnya diberi jerami. Sediakan tempat
untuk bertengger dari kayu atau bamboo.
3.
Kandang ayam DOC
lebar kandang antara 5x11 m dengan luasan 55 m2 yang mampu
memuat sekitar 1.800 ekor DOC ayam kampong. Yang perlu mendapat perhatian adalah
daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara
45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi
sesuai dengan bertambahnya umur ayam.
Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang
dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur
setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian
puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau
asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter
(umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter
biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga
kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar
antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti
model pemeliharaan ayam broiler.
3.1.2
Bangunan dan Perlengkapan
lainnya
a) 1 Unit Gudang, yang dipergunakan menyimpan perlengkapan, dan kebutuhan yang
berkaitan dengan peternakan ayam kampong.
b) Perlengkapan yang dipergunakan secara
langsung
-
Mesin penetas
Untuk media penetasan telor menjadi DOC,
yang mana ini dibeli langsung dari si pengrajin mesin penetas yang berkapasitas
sekitar 1.000 penetasan agar lebih epektif di banding dengan di erami induknya
agar mengurangi adanya kerusakan telur yang di akibatkan oleh si induk DOC.
-
Box, digunakan untuk perawatan
dimana ayam masih ada dalam
fase starter (umur 1-4 minggu)
-
Lampu dan perangkat instalasi listrik (penerangan dan
pengaturan suhu)
-
Skop, Cangkul dll. (alat untuk pembersihan yang
bersifat mengeruk)
-
Tempat pakan ternak (dibutuhkan sekitar 75 buah)
-
Tempat air minum (dibutuhkan sekitar 75 buah)
-
Ember (12 buah)
-
Kiloan, untuk menimbang dalam proses penjualan yang
sipatnya produk konsumsi
-
Sarana
pengairan, dalam hal ini sarana yang dipergunakan untuk pengarian diantaranya
adalah pompa air, selang air, pipa air, dan juga keran air.
-
Pagar
area peternakan, ( yang mana difungsikan agar area tersebut tidak terjamah oleh
binatang pemangsa dan tidak mengganggu lingkungan sekitar).
3.1.3
Bibit Ternak Ayam Kampung
Seperti
di jelaskan di atas, bahwa produksi ini terdiri dari 3 (tiga) unsure, yaitu
Ayam kampong potong, telur ayam kampong, dan DOC ayam kampong. Dalam proses
awalnya dibutuhkan 400 ekor bibit ayam potong
yang sudah memiliki nilai jual ± Rp. 4.500,-,untuk produksi telur ayam kampong
dibutuhkan sekitar 100 ekor ayam betina dengan
harga ± Rp. 50.000,- dan ayam jantannya 10 ekor dengan harga ± Rp. 65.000,-. Dan DOC ayam kampong akan
diproduksi setelah ada induk ayam betina yang bertelur.
Proses
panen akan dilakukan dalam tempo 3 (empat) bulan sekali akan
tetapi tiap minggupun tidak menutup kemungkinan ada hasil. Dan untuk 3
bulan kedepan setelah panen kiat tidak membeli bibit untuk ayam kampong
potongnya, tapi kita lebih memilih untuk membesarkan kembali DOC dan induk
untuk ayam kampong petelurnya itu dari ayam kampong yang sudah berusia 5-6
bulanan dari sisa ayam kampong potong. Sehingga untuk bibit kita hanya keluar
satu kali periode yaitu 3 (empat) bualn pertama. Se
ekor ayam betina bisa bertelur dalam setahun sebanyak 160
butir, jadi kalau 3 bulan kisaran 40 butir
telur. Dari proses penetasan bisa terjadi kegagalan sebesar 15% dan dari DOC ke ayam dewasa terjadi 15 %
kegagalan karena anak ayam tidak bisa bertahan hidup. Bila usianya sudah 4-6
minggu 5%-10% factor kegagalan yang akan terjadi.
3.1.4
Pakan Ternak
Vaksin
1
– 3 hari Strain F Tetes mata
3
minggu Strain F Tetes mata
3
bulan Strain K Suntikan
Diulang
setiap Strain K Suntikan 3
bulan sekali
Kebutuhan Vaksin untuk 100 ayam kampong selama 4 bulan
adalah 100 x Rp. 200,- x 3 = Rp. 60.000,-
Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi
sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging
sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam
pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara
lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung,
roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting
dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan
nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis
(EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan
yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
·
7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
·
19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
·
34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
·
47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
·
58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
·
66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
·
72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
·
74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Kebutuhan
pakan untuk seratus pemeliharaan ayam kampong yaitu:
Starter1 120 kg @ Rp. 2.824,5/kg dan
Starter2 180 kg
BAB IV
ASPEK
PERSONALIA
Adanya
pengembangan usaha ayam kampong ini akan menjadi
sebuah lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, dan sedikit banyak pasti
membutuhkan tenaga kerja. Tenaga kerja pada tahap pertama diperlukan sebanyak 4 (empat) orang, yaitu antara lain :
.1
KOORDINATOR LAPANGAN
§
Koordinator bertanggungjawab atas seluruh proses produksi.
§
Jumlah koordinator sebanyak 1 (satu) orang.
§
Memiliki pendidikan dan pengalaman dalam perikanan khususnya
budidaya ikan gabus.
§
Untuk tahun pertama honor koordinator perikanan per bulan adalah
sebesar Rp 725.000,00.
.2
KARYAWAN BUDIDAYA
§
Karyawan bertanggungjawab dalam melaksanakan seluruh proses
budidaya.
§
Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 2 (dua)
orang
§
Honor setiap karyawan perikanan per bulannya adalah sebesar Rp 600.000,00
.3
KARYAWAN DISTRIBUTOR
§
Karyawan bertanggungjawab dalam melaksanakan seluruh proses
budidaya.
§
Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang
§
Honor setiap karyawan perikanan per bulannya adalah sebesar Rp 650.000,00
Sebelum
karyawan dapat bekerja untuk melaksanakan tugas sehari-harinya, perusahaan
memberikan pelatihan singkat serta pengarahan tentang kebijaksanaan perusahaan
serta proses dan hasil produksi Ayam Kampung.
BAB V
ASPEK
PELAKSANAAN PROYEK
5.1 LOKASI PROYEK
Proyek akan
dilaksanakan di Desa Tigaherang, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Lahan yang digunakan
adalah pekarangan rumah pemilik perusahaan sendiri, yang telah dinilai layak
untuk digunakan sebagai tempat usaha ayam kampung.
5.2 JALAN MASUK
LOKASI PROYEK
Jalan masuk ke
lokasi proyek berbatu dan hanya bisa masuk kendaraan
bermotor saja, jarak kejalan beraspal sekitar 100 m. jarak antara lokasi
perusahaan dengan konsumen ada yang berkisar 3 Km s.d. tak terhingga.
5.3 TOPOGRAFI
Lokasi tempat
usaha berada di lahan yang datar dan berada di area 30 sampai 50 meter di atas
permukaan air laut.
5.4 SUMBER AIR
Sumber air
untuk keperluan peternakan ayam kampong ini tidak begitu
melimpah, akan tetapi sudah ada sumur sumber air bor yang bisa
lebih mencukupi untuk kebutuhan peternakan ayam kampong ini.
5.5 JADWAL
PELAKSANAAN
Rencana
jadwal pelaksanaan usaha peternakan ayam kampus yang akan
dilaksanakan oleh CV. Poetra Galoeh akan di
sajikan pada table jadwal pelaksanaan.
BAB IV
ASPEK KEUANGAN
6.1 PINJAMAN DANA
Ć Nilai total
pinjaman dana : Rp 70.000.000
Ć Bunga pinjaman
per tahun : 15 % p.a
Ć Lama masa
pinjaman : 2 Tahun
Ć
Grace Period :
3 Bulan
Ć Dana Pribadi : Rp 15.000.000,00
6.2 TOTAL INVESTAI
6.3 ANALISA
KEUANGAN
6.3.1
ANALISA PROBABILITAS
Secara Ratio
historis, maka baik Net Profit Margin
maupun Operating Profit Margin mengalami kenaikan masing-masing rata-rata
sebesar 7,21 % dari tahun pertam samapai tahun ke tiga.
hal ini secara langsung menunjukan keuntungan yang terus meningkat. Walaupun
pada tahun ke dua mengalami penurunan Profit margin, akan tetapi itu masih
dalam toleransi, yang mana penurunannya sebesar 19,21% dari tahun pertama,
dikarenakan modal bank sudah dikemablikan, dan
pada tahun kedua ini sudah menggunakan moodal pribadi sepenuhnya.
Sehingga di tahun ke tiga mengalami peningkatan yang cukup signifikan
dikarenakan beban pinjaman yang diperoleh dari Bank sudah terselesaiakan.
6.3.2
ANALISA CASH FLOW PROJECTION
Dari
hasil perhitungan dalam cash flow projection dapat diketahui bahwa rencana
usaha yang akan dilaksanakan dinilai feasible atau memungkinkan unuk dapat
dilaksanakan oleh CV. Poetra Galoeh.
Sekalipun
120 hari pertama belum ada kenaikan yang terlalau signifikan namun pada hari-hari
berikutnya menunjukan peningkatan. Sementara itu nilai tampak naik turun dalam
skala angka yang menaik.
6.3.3
ANALISA RESENT WORTH
Internal Rate of Return (IRR)
Dapat
diketahui bahwa nilai IRR atas proyek ini adalah 5%. Hal ini menunjukan bahwa
proyek feasible (memungkinkan) untuk diljalankan oleh CV. Poetra Galoeh.
6.3.4
ANALISA PAYBACK PERIOD
Berdasarkan
hasil perhitungan Payback Periode maka Payback Period diproyeksikan setelah
proyek berjalan selama 1 tahun 8 bulan, sebagai mana terlampir.
6.3.5
ANALISA SENSITIVITAS
Berdasarkan nilai Iternal Rate of Return (IRR)
tersebut, maka setelah dilakukan analisis sensitifitas diperoleh ratio IRR
(lihat tabel di bawah ini) sebagai berikut :
Dengan variabel perubahan dalam
persentase yang dikehendaki, maka didapatkan berbagai nilai (persentase) IRR
yang memberikan gambaran bahwa IRR dapat lebih besar serta lebih kecil dari
nilai IRR yang sesungguhnya, yaitu 5% dan IRR terkecil tidak menyentuh angka
ratio 0%.
Dan dari hasil analisa sensitifitas
tersebut, usaha yang direncanakan dapat diusuulkan untuk diterima.
6.4 BREAKDOWN ASPEK
KEUANGAN
Breakdown
(perincian) perhitungan aspek keuangan akan diuraikan dalam halaman berikutnya.
BAB V
ASPEK DAMPAK
SOSIAL DAN LINGKUNGAN
1.
Aspek Dampak
Sosial
Dari segi sosial saya melihat ada beberapa dampak dari faktor usaha
ayam kampung ini.
a.
Faktor Positif
-
Membuka peluang pekerjaan untuk warga sekitar,
-
Menambah stok kebutuhan konsumen dalam kebutuhan usaha dan
kebutuhan sehari-hari,
-
Menjadikan wilayah sendiri yang bisa membuat suatu gebrakan di
bidang usaha wiraswasta,
-
Membangun perekonomian daerah, yang dengan membentuk kesejahteraan
bagi masyarakat sekitar,
-
Memberikan gambaran usaha yang mandiri dan progresif visioner bagi
masyarakat sekitar,
-
Membangun citra wirausaha yang positif di daerah.
b.
Faktor Negatif
-
Kecemburuan sosial yang tinggi di lingkungan masyarakat, (dapat
diatasi denngan pemenuhan kesejahteraan masyarakat sekitar)
2.
Aspek Dampak
Lingkungan
a.
Dampak Positif
-
Kotoran ayam yang bisa dijadikan sumber pupuk organik untuk wilayah
sekitar, yang mana masyaraknya notebene sebagi petani.
-
Dari bangkai ayamnya bisa digunakan untuk pakan ikan, sehingag
tidak mencemari lingkungan,
-
Membuat olahan pupuk organik sendiri dengan bahan dari sumber ayam
kampung
b.
Dampak Negatif
-
Kemungkinan besar terjadi pencemaran udara di sekitar kandang ayam,
yaitu rasa bau yang menyengat dari kandang, (bisa diatasi dengan adanya
pemebrsihan kandang secara rutin dan berkala).
-
Terjangkitnya penyakit yang ditularkan oleh penyakit ayam yang bisa
berimbas pada manusia/ flu burung. (bisa diatasi oleh penyemprotan bakteri
kandang dan pembersihan.
LAMPIRAN
1.
Copy Akta Notaris (Company Noctarial Act Number). ~ Dalam Proses
2.
Copy Surat Ijin Usaha Perusahaan – SIUP (Business License) ~ Dalam
Proses
3.
Copy Tanda Daftar Perusahaan – TDP. ~ Dalam Proses
4.
Copy Nomor Pokok Wajib Pajak – NPWP (Tax Registration) ~ Dalam
Proses
5.
Copy Surat Ijin Tempat Usaha – SITU. ~ Dalam Proses
6.
Dokumen perijinan lainnya. ~ Dalam Proses
7.
Neraca Perusahaan
8.
Reening Bank selama 3 (tiga) tahun atau 3 (tiga) bulan terakhir. ~
Dalam Proses
9.
Pajak selama 3 (tiga) tahun terakhir. ~ Dalam Proses
10.
Dokumen keuangan lainnya yang diperlukan.
11.
Copy Perjanjian Pembelian Produk Ayam Kampung (Product Purchase Agreement)
12.
Standar Kualitas Ayam kampung.
13.
Denah tempat usaha.
14.
Foto lokasi usaha dan bahan baku (raw material)
15.
Foto produk Ayam Kampung yang siap dijual.
16.
Dokumen-dokumen lain yang mendukung penyusun Project Proposal.
Lampiran
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


Comments
Post a Comment